Kliksumatera.com Lahat — Kreativitas dalam memanfaatkan limbah ban bekas menjadi produk bernilai ekonomis terus berkembang di Kabupaten Lahat. Salah satunya dilakukan oleh Senikreatiflahat yang beralamat di Desa Payo, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Usaha kreatif yang dikelola Ibu Dina Belambangan Lahat ini berhasil menyulap ban bekas yang sebelumnya dibuang sembarangan menjadi pot bunga cantik, unik, dan bernilai seni tinggi. Dengan sentuhan kreativitas, ban bekas tersebut kini tampil menarik dan cocok digunakan untuk memperindah berbagai lokasi disetiap sudut Kota Lahat
Menurut Bu Dina bahwa ide pembuatan pot dari ban bekas ini berawal dari keprihatinan melihat banyaknya limbah ban yang tidak dimanfaatkan dan mencemari lingkungan. Dari tangan kreatifnya, ban-ban bekas tersebut kini berubah menjadi pot hias yang memiliki nilai jual dimulai harga Rp 150.000 hingga mencapai satu juta tergantung motif dan besar ukuran ( 16/5/26)
“Dulu ban bekas banyak dibuang begitu saja, sekarang bisa dimanfaatkan menjadi pot yang cantik dan mewah. Selain membantu mengurangi limbah, juga bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Berbagai model dan ukuran pot pun dibuat sesuai kebutuhan pelanggan. Senikreatiflahat menerima pesanan untuk sekolah-sekolah, kantor dinas, kantor bupati, kantor camat, kantor perusahaan, rumah pribadi, hingga tempat-tempat wisata.
Selain menerima pesanan, masyarakat juga diperbolehkan datang langsung ke lokasi untuk melihat proses pembuatan pot dari ban bekas tersebut.
Kata Bu Dina yang kesulitan kadang bahan baku ban bekas ini, namun kadang ada saja namanya rezeki ban bekas bisa diperoleh.
” Alhamdulillah hari ini saja kita didatangi Ibu Maruya dari Pembina UMKM Kemenag Kabupaten Lahat mengadakan sosialisasi dan dari Ibu Risma salah satu TK Terpadu di Kelurahan Pagar Agung Lahat memborong 15 unit pot kembang tuk mepercantik sekolahnya.
Melalui usaha ini, diharapkan dapat menginspirasi masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat serta memiliki nilai ekonomi.
Laporan Wartawan Novita.

