Kliksumatera.com Lahat, Sumsel – Yayasan Mitra Hijau (YMH) melalui Program IKI–JET (Innovation Regions for a Just Energy Transition) yang didukung Pemerintah Jerman terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengemasan dan Desain Label Produk serta Demonstrasi Pembuatan Eco-Enzyme dan Kertas Daur Ulang yang digelar di Hotel Santika Lahat, Senin (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi YMH dalam meningkatkan kapasitas perempuan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menghadapi transformasi ekonomi yang sejalan dengan agenda Transisi Energi Berkeadilan (Just Energy Transition/JET).

Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau, Dr. Doddy S. Sukadri, menegaskan bahwa perempuan dan pelaku UMKM memiliki peran penting dalam mendorong perubahan ekonomi berbasis komunitas.
“Transformasi ekonomi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan aktif masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM. Melalui penguatan kapasitas, inovasi produk, dan penerapan prinsip ekonomi hijau, komunitas dapat menjadi pelaku utama perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka merupakan anggota Forum Perempuan Energi Berkeadilan Sumatera Selatan (FORBESS) yang berasal dari berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Lahat, seperti Aisyiyah Kabupaten Lahat, IPEMI Kabupaten Lahat, UMKM Warung Sedap Yusa, Bank Sampah/TPS3R Masda Jaya Arahan, Kelompok Gerabah, Rumah Tenun Songket, Yayasan Anak Padi, hingga Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kabupaten Lahat.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait strategi pengemasan modern, desain label produk, digital branding, fungsi kemasan sebagai media pemasaran, serta informasi wajib yang harus dicantumkan dalam label produk. Materi disampaikan oleh Prof. Ir. Erna Yuliwati, M.T., Ph.D., IPU, ASEAN-Eng. dan Dr. Ir. Neny Rochyani, M.T., IPM., ASEAN-Eng., yang juga membimbing peserta dalam praktik penyusunan desain label dan pengembangan identitas produk UMKM bersama narasumber M. Rifqi Adz Dzaki.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan kemasan produk yang lebih menarik, higienis, dan memiliki daya saing tinggi di pasar. Selain itu, kemampuan menyusun label yang informatif dan sesuai regulasi juga diharapkan dapat meningkatkan nilai jual produk UMKM lokal.
Tidak hanya fokus pada pengemasan produk, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep ekonomi sirkular melalui demonstrasi pembuatan eco-enzyme dari limbah organik rumah tangga dan kertas daur ulang dari limbah kertas. Hasil daur ulang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan kemasan ramah lingkungan maupun produk kreatif bernilai ekonomi.
Dengan mengusung pendekatan From Trash to Cash, peserta diajak melihat limbah sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri Nachatira Thurai, IJET Project Coordinator Climate Action Network Southeast Asia (CANSEA) Kuala Lumpur, Malaysia. Kehadirannya menjadi bagian dari kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung berbagai inisiatif pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi masyarakat yang dikembangkan dalam kerangka transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan.
Yayasan Mitra Hijau berharap FORBESS dapat menjadi katalisator perubahan sosial dan ekonomi di tingkat komunitas. Dengan meningkatnya kapasitas perempuan dan pelaku UMKM, diharapkan lahir berbagai inovasi usaha berbasis ekonomi hijau yang mampu memperluas peluang pasar, menciptakan sumber pendapatan baru, serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pascatambang.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Proyek IKI–JET yang dijalankan Yayasan Mitra Hijau dengan dukungan Pemerintah Jerman dalam upaya mendorong transisi energi yang berkeadilan dan berorientasi pad

