BREBES – Masalah klasik kesulitan air bersih yang kerap menghantui warga Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, saat musim kemarau kini menemukan solusi permanen. Melalui program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, proyek TNI Manunggal Air telah resmi dituntaskan untuk menjamin ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari maupun sektor produktif warga, Rabu (11/3/2026).
Pembangunan fasilitas air bersih ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diprakarsai langsung oleh Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang menempatkan akses air sebagai prioritas utama dalam membantu kesejahteraan rakyat di pelosok negeri.
Desa Cikuya selama ini dikenal sebagai wilayah yang sangat terdampak saat musim kemarau tiba. Debit air tanah yang menurun drastis seringkali membuat warga harus berjuang ekstra, bahkan menempuh jarak jauh, hanya untuk mendapatkan beberapa liter air bersih. Dampak kekeringan ini tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan yang menjadi napas ekonomi desa.
Merespons kondisi tersebut, Satgas TMMD membangun infrastruktur penampungan air (bak reservoir) berkapasitas besar. Pembangunan ini meliputi sistem pompanisasi dan pipanisasi yang terintegrasi, dirancang khusus untuk menjangkau area pemukiman dan lahan garapan warga.
Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa TNI tidak hanya sekadar mengalirkan air, tetapi memastikan kualitasnya memenuhi standar kesehatan.
”Pembangunan penampungan air ini adalah wujud nyata hadirnya TNI untuk mengatasi kesulitan rakyat. Kami memastikan bahwa air yang dialirkan melalui sistem pipanisasi ini bersumber dari mata air yang layak konsumsi, bersih, dan menyehatkan bagi warga. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah masalah kesehatan di desa,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.
Hadirnya fasilitas ini memastikan bahwa warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan lingkungan, sekalipun di tengah puncak musim kemarau.
Keberlanjutan manfaat menjadi fokus utama setelah infrastruktur ini selesai dibangun. Letkol Inf Ambariyantomo menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Cikuya untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga fasilitas tersebut.
”Infrastruktur ini adalah milik kita bersama. Kami sangat berharap kepada seluruh warga agar penampungan air dan jaringan pipa yang telah dibangun dapat dirawat dengan baik secara gotong royong. Tujuannya agar manfaatnya bersifat jangka panjang, tidak hanya berfungsi saat diresmikan saja, tetapi terus mengalir untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Dengan selesainya proyek TNI Manunggal Air ini, kemandirian air di Desa Cikuya diharapkan dapat memicu produktivitas di sektor perkebunan dan peternakan, serta mengakhiri ketergantungan warga pada bantuan air bersih dari luar saat kemarau panjang melanda.(Pradista)

