Komunitas Emak – Emak Sedekah pada Kaum Duafa

0
350

Kliksumatera.com, BANYUASIN — Emak-emak milenial tidak hanya sibuk di dapur, namun emak-emak juga bisa melakukan aktivitas sosial di luar demi meringankan beban warga kurang mampu alias kaum duafa. Karena itu emak-emak yang berada di Kabupaten Banyuasin ini membentuk Komunitas Jumat Sedekah (KJS).

“Komunitas Jumat Sedekah tersebut didirikan sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin menyalurkan harta mereka kepada orang yang membutuhkan, terutama harta berupa beras,” kata Ketua Komunitas Jumat Sedekah Erika Kamal, Sabtu (02/03).

Dirinya sebagai ketua mengharapkan kegiatan mereka tersebut dapat berkembang di wilayah perairan sebab saat ini belum ada perwakilan komunitas Jumat Sedekah di sana.

“Kalau yang sudah berhasil dibagikan sebanyak 90 orang. Wilayah yang sudah dibagikan mulai dari Betung hingga Sukomoro, dengan warga yang sudah disurvei kondisi mereka. Untuk beras yang disumbangkan mulai dari 1 kg atau uang setaranya,“ cetusnya.

Lanjut dia, kegiatan Komunitas Jumat Sedekah yang mereka galakkan saat ini sudah mendapatkan respon dari Bupati Banyuasin H. Askolani Jasi, SH MH dan berharap, komunitas sosial tersebut dapat menyebar ke wilayah perairan.

Alhamdulilah lanjut dia, kalau dari Pemkab Banyuasin sudah mendapatkan dukungan langsung dari Bupati. ‘’Tinggal harapan gerakan kita ini bisa berkembang di wilayah perairan sana, kalau ada yang mau menjadi relawannya kita persilakan untuk mendirikan posko Komunitas Jumat Sedekah ini. Agar terwujud keadilan yang merata sesuai dengan slogan Bupati kita Banyuasin Bangkit adil dan sejahterah , jadi komunitas kita ini membantu program Bupati juga pada dasarnya, serta mengharap ridho dari Allah SWT,” tandasnya.

Sementara, Agustaf Huasaini SSos, salah satu tokoh pencetus AMB Banyuasin sebagai Sekjen AMB mengatakan dirinya mendukung penuh kegiatan yang dilakukan oleh emak-emak milenial yang ada di Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, kegiatan yang positif dan memang diperlukan di era sekarang, yang bisa menumbuhkan rasa solidaritas terhadap lingkungan. Dimana organisasi itu berada. Yang penting niatnya untuk amal jariyah/ibadah, dan yakin saja meski biasanya diawal pergerakan banyak yang meragukan (nyinyir).

“Fokus saja, komentar yang negatif dihadapi dengan cara yang santun dan elegan saja. Biasanya mereka belum paham dengan konsep yang dibawa komunitas sosial tersebut. Itu berdasarkan pengalaman kami selama membesarkan Angkatan Muda Banyuasin (AMB). Jaga terus semangatnya menjadi salah satu provokator sedekah di Banyuasin setelah AMB,” tegasnya.

 

Laporan           : Nasir
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here