Linggau Belum Lockdown

0
518

Kliksumatera.com, LUBUKLINGGAU- Menurut Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, lockdown itu harus matang (pertimbangannya), tidak bisa sekonyong-konyongnyo Linggau di lockdown, pedagang di pasar harus dipikirkan, pintu masuk ke Linggau (Bandara, Stasiun) sudah diperketat pengawasan dan pemeriksaan. Yang sehat tidak ada demam dan gejala boleh masuk, kasihan juga anak-anak rantau di Jakarta atau daerah lain yang masih sehat (tidak terjangkit) harus kita larang balik ke Linggau, bisa-bisa nanti mereka bertahan di sana malah kena Corona.

Lockdown (penutupan) akses masuk dan keluar serta masyarakat dilarang keluar rumah, akan berdampak besar pada perekonomian daerah. “Kita harus manusiawi memikirkan juga kemanusian, orang (perantau) balik ke Lubuklinggau belum tentu sakit, kalau mereka lewat Bandara ataupun stasiun mereka sudah dicek kesehatannya sebelum berangkat, yang harus kita perketat lagi ke depannya jalur bus,” ungkap Nanan.

Justru, lanjut Nanan, kalau orang di perantauan tersebut dalam keadaan sehat, dan dilarang balik ke Lubuklinggau, bisa saja akan terjangkit Virus Covid 19, jika tertahan di daerah terjangkit.

Menurut Nanan, pemeriksaan bus nantinya akan dilakukan untuk bus yang singgah atau mampir di Lubuklinggau. Itupun harus disiapkan petugas dan ditopang dengan anggaran. “Petugasnya harus disiapkan, anggaran juga harus disiapkan dengan matang karena tidak bisa pemeriksaan ini dilakukan sehari atau seminggu saja, harus sampai selesai Pandemi Covid-19,” ujanya.

Hingga saat ini pun Kota Lubuklinggau zero PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 30 Orang Dalam Pemantauan. Orang Dalam Pemantauan (ODP) merupakan seseorang yang tidak menunjukkan gejala (sehat), tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

ODP juga bisa dimaknai orang dengan demam atau gejala pernapasan yang memiliki riwayat perjalanan dari negara atau area transmisi lokal.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah mereka yang memiliki gejala panas badan dan gangguan saluran pernapasan. Gangguan saluran pernapasan itu bisa ringan atau berat, serta pernah berkunjung ke atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan Covid-19.
Tidak hanya itu, PDP ini juga memiliki indikasi atau diketahui pernah berkontak dengan langsung dengan kasus yang terkonfirmasi atau probabel Covid-19.

“Kalau kito lockdown, kebutuhan makan masyarakat harus dipastikan dulu bisa terpenuhi, langkah pencegahan itu terus kita lakukan secara masiv, yang Pemkot lakukan, TNI, Polri, tidak ada yang sia-sia, masyarakat pun yang melakukan sosial distancing dan phisical distancing juga tidak sia-sia,” kata Nanan sapaan Prana Putra Sohe.

Hal yang harus terus dilakukan saat ini, pesan Nanan, adalah upaya-upaya pencegahan, seperti rajin mencuci tangan baik pakai sabun maupun hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan/keramaian, kemudian dirumah saja jika tidak ada keperluan mendesak, aktif melapor ke pemerintah jika pulang dari daerah terdampak dan melapor jika ada gejala gejala kesehatan.

Pemkot Lubuklinggau telah dan akan terus memborbardir seluruh wilayah Kota Lubuklinggau dengan penyemprotan disinfektan, Camat dan Lurah diinstruksikan mengajak dan mengingatkan warganya untuk tidak panik dan tetap waspada serta melakukan upaya pencegahan.

“Intinya, melawan Virus Covid-19 ini harus secara bersama, pemerintah melakukan tindakan, masyarakat juga harus melakukan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya.

Nanan juga meminta warga Kota Lubuklinggau untuk tidak panik terhadap situasi saat ini namun tetap harus waspada penyebaran Covid 19.

“Yang boleh itu karantina wilayah itupun sangat ketat dan harus dengan analisa dan persiapan yang matang, belum ke lockdown, ” tegasnya.

Laporan : Shandy April
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here