Mengaruskan Islamopobya dengan Isu Terorisme

0
232

Oleh: Rita Hartati, SHum
(Muslimah Peduli Generasi Palembang)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan, tidak ada toleransi bagi pelaku aksi keji teroris di Poso, Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Untuk kesekian kalinya atribut agama ‘dikorbankan’ sebagai alat justifikasi terorisme. Padahal, tidak ada satupun agama di dunia ini yang mendukung aksi terorisme.

“Saya perlu tegaskan kembali, peristiwa di Poso itu bukan konflik antaragama atau antarsuku. Itu adalah tindakan kriminal terorisme yang harus kita lawan dan hadapi bersama,” ujar Bamsoet dalam Diklat Kader Kualifikasi Utama dan Pelatihan Infrastruktur Pemuda Pancasila, Majelis Pimpinan Wilayah Regional Sumatera, secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Selasa (1/12) JawaPos.com

Isu terorisme kembali menjadi pilihan kaum pembeci Islam, untuk menaikkan eliktabilitas pemerintah dalam meraih hati umat. Melihat fakta, sebelum isu terorisme di Sigi, kita telah dihebohkan dengan kezaliman disahkannya UU ciptaker, korban Covid yang melambung tinggi, bahkan yang terbaru kasus koropsi besar-besarn oleh petinggi negeri ini.

Tentunya ini tidak datang tanpa rencana, disinyalir ini adalah satu alasan isu terorisme ini diangkat. Yaitu untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas ketidak berhasilan pemerintah dalam mengurus negeri ini. Seolah-olah mau cuci tangan, dan mengalihkan perhatian umat pada isu basi ini.

Selain itu, kehawatiran yang dirasakan negara barat akan kebangkitan Islam untuk memimpin dunia, juga menjadi salah satu alasan. Dengan memberikan arahan kepada negara-negara pengekor untuk tetap menjalankan titah sang tuan, menjadikan isu terorisme dan radikalisme sebagai pilihan untuk mengegolkan agenda islamopobya.

Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa kebangkitan umat makin nyata, terlihat umat Islam selalu lantang bersuara menentang kezaliman, menentang keadilan yang diamputasi dan menentang kebenaran yang dimutilasi.

Seperti halnya, ketika penjemputan atas kepulangan ulama HRZ. Dengan kesadaran dan keikhlasan masyarakat, ini menunjukkan bahwa adanya perasaan yang sama di tengah-tengah masyarakat atas ketidakadilan di negeri ini. Dan secara tidak langsung, masyarakat menyatakan bahwa kerinduan akan kehadiran pemimpin yang adil dengan penerapan aturan Islam.

Sebagimana kita juga ketahui, gerakan Islam politik yang semakin memimpin opini di media – media sosial, bahkan pengaruhnya melebihi Islam moderat, Islam sekular.

Hal inilah, mengakibatkan dibuat pembenturan antara “ideologi” Pancasialah, NKRI dengan ideoligi Islam. Terbukti para musuh Islam berupaya keras membungkam dakwah Islam politik, mengkrimibalisasi para ulama dan pengemban dakwah. Tujuannya adalah untuk mengampanyekan Islam moderat, yaitu Islam yang tidak membahayakan kepentingan barat sebagai negara penjajah.

Kita juga bertanya-tanya, mengapa isu teroris selalu dipilih di bulan Desember? Karena inilah momen yang tepat untuk mempromosikan toleransi ala mereka, ketika umat nasrani yang akan merayakan Natal dan Tahun baru. Maka, akan terlihat seolah-olah hanya agama merekalah yang cinta damai, toleransi dan jauh dari kekerasan.

Bisa dibandingkan, bagaimana mereka menjastis umat Islam. Islam selalu diisukan sebagai umat pembuat kegaduhan, radikal dan teroris, sehingga umat islam sendiri akan merasa tertuduh.

Inilah upaya meradikalisasi ajaran Isalm yang kaffah, menjauhkan umat dari pemahaman tentang jihat, dan membuat umat pobya terhadap agamanya sendiri.

Sedangkan Islam adalah agama yang sempurna, akan memberikan rahmat jika seluruh syariat-Nya diterapkan. Namun kenyataannya umat islam hari ini, lebih untuk mengambil aturan yang berasal dari orang-orang kafir. Sistem sekular yang menjadi penyebab, seluruh negeri kaum muslim menjadi bulan-bulanan dan menjadi bancaan bagi para penjajah kafir barat.

Aqidah sekulerisme yang berlandaskan pada pemisahan agama dari kehidupan, Islam hanya dijadikan sebagai agama ritual. Sehingga kaum muslimin tidak memiliki jati diri, tidak memiliki aturan yang jelas baik dalam individu, bermasyarakat ataupun bernegara.

Tidak bisa dipungkiri, orang – orang kafir menyakini, bahwa sistem Islam yang mulia, akan tegak dibawah naungan khilafah yang akan memimpin seluruh peradaban dunia.
Dan kebencian kaum nasrani dan yahudi, untuk memadamkan cahaya islam yang mulia ini, telah Allah SWT kabarkan dalam firman-Nya.
يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّطْفِـُٔوْا نُوْرَ اللّٰهِ بِاَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّٰهُ اِلَّآ اَنْ يُّتِمَّ نُوْرَهٗ وَلَوْ كَرِهَ الْكٰفِرُوْنَ

Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir itu tidak menyukai.

Maka sejatinya kaum muslim harus lebih percaya, bahwa kemenangan yang Allah janjikan adalah suatu keniscayaan. Sebagaimana firman Allah.
وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Maka, sebagai umat yang terbaik dan paling mulia, kaum muslim tetap harus semangat mendakwahkan kebenaran dan menentang kezaliman. Hingga akhirnya kemungkaran ini, akan dikalahkan dalam kehinaan. Dan hanya dalam sistem Khilafah, kemuliaan dan kesejahteraan kaum muslimin akan dapat kita raih untuk seluruh makhluk yang ada dimuka bumi ini. ***

Wallahualam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here