Merah Putih Setengah Tiang Hingga Akhir Masa Berkabung

0
301
Karangan bunga ucapan belasungkawa atas wafatnya Presiden ke-3 RI BJ Habibie dari warga berjejer dekat Tugu Adipura, Enggal, Bandarlampung pada Kamis (12/9/2019) lalu. (foto: mzl)

Kliksumatera.com, LAMPUNG – Sabtu (14/9/2019), merupakan hari terakhir pemberlakuan Hari Berkabung Nasional yang ditetapkan oleh pemerintah menyusul wafatnya Presiden ketiga RI Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, tiga hari lalu.

Hari Berkabung Nasional 12-14 September 2019 berdasarkan surat imbauan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno tentang pengibaran bendera setengah tiang, 11 September 2019.

Di Kota Bandarlampung, tujuh pengusaha jasa papan karangan bunga dan satu nama mengaku dari salah satu perusahaan diler mobil, bak kompak mengekspresikan rasa belasungkawa mendalam atas kepergian Bapak Teknologi, Bapak Inovasi Teknologi, dan Bapak Demokrasi Indonesia tersebut.

Mereka meletakkan karangan bunga berisi ucapan duka cita di atas bibir trotoar persis di belokan jalan dari arah Jalan Diponegoro ke Jalan Ahmad Yani, sepelemparan batu dari Tugu Adipura, Enggal, Bandarlampung, pada Kamis (12/9/2019).

Pantauan ke sejumlah titik strategis seperti jalan protokol, kantor instansi pemerintah/swasta, sekolah/kampus, fasilitas publik dan rerata wilayah permukiman warga di 20 kecamatan di Kota Tapis Berseri hingga Sabtu petang, kibaran Sang Saka Merah Putih masih ramai ditemui membentang.

Seperti terpantau di halaman SMK-SMTI (Sekolah Menengah Kejuruan-Sekolah Menengah Teknologi Industri) Bandar Lampung, Rawalaut, Tanjungkarang Timur.

Sementara, jejak peninggalan social charity mendiang BJ Habibie dan Hasri Ainun Habibie di Lampung turut terekam dari peminat program beasiswa reguler jenjang SMA/perguruan tinggi tahun 2019 bagi siswa/mahasiswa tidak mampu, yang diampu Yayasan Amal Abadi Beasiswa (YAAB) ORBIT yang mereka dirikan bersama 15 sejawatnya pada 1995 itu.

Menilik situs resmi yayasan yang berubah nama jadi YAAB ORBIT Hasri Ainun Habibie pada 2011 tersebut, terdapat dua siswa dan 45 mahasiswa rentang usia 17-25 tahun asal beberapa kabupaten/kota di Lampung peminat jadi anak bimbingan program ini.

Almarhum penemu teori ‘crack progression’ juga pembuat pesawat terbang N250 dan ‘bakal calon’ pesawat R80 itu wafat dalam usia 83 tahun di kamar 207 CICU Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019) lalu. auf Wiedersehen, Eyang.

Laporan : Muzzamil
Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here