Togar: Proses Demokrasi di Partai Golkar Benar-Benar Berjalan

0
461

Kliksumatera.com, PALEMBANG- Bagindo Togar salah satu pengamat di Sumsel mengomentari Musda Partai Golkar Sumsel X. Menurutnya ini merupakan pemandangan menarik bahwa proses demokrasi di tubuh Golkar ini benar-benar berjalan sehingga dapat membuka ruang publik. Contohnya saat ini kita melihat pemandangan yang berbeda dari proses seleksi kepemimpinan di antara pengurus partai politik.

Golkar hari ini membuat tampilan yang berbeda. Ada ruang publik untuk melihat langsung proses pemilihan kepemimpinan ataupun pengurus di tubuh Golkar ini secara periodik. ”Kita lihat hari ini di tempat proses pemilihan yaitu di Hotel Santika Premier bandara ini, Kamis (5/3),” ujar Togar.

Partai Golkar sebagai partai politik ternyata yang lahir zaman otoriter yang dibidangi oleh kelompok militer ternyata sekarang sangat legaliter. Hal ini berjalan sesuai dengan mekanisme yang mereka buat nah ini merupakan contoh-contoh yang baik untuk parpol lain.

Golkar hari ini membuat paradigma baru tentang kerakyatannya supaya tidak jauh dari rakyat. Lima tahun sekali saja kalau kita jauh dari rakyat ini periode lima tahun sekali ini bisa dilihat secara terbuka bagi rakyat walaupun Musda Golkar ini terjadi di internal partai.

Pemilihan ini cenderung berlaku di kelompok mereka yang memiliki hak suara. AMPI ini merupakan salah satu pendukung calon Ketua DPD Golkar Sumsel yang notabenennya Andie Dinialdi adalah Ketua AMPI Sumsel.

Hari ini Andie menampilkan bahwa saat ini dia punya cukup massa dengan bargaining apapun yang bisa diterima oleh Panitia Musda.
Tapi dalam proses musda bukan hanya banyaknya massa yang diperhitungkan akan tetapi mengenai Tata Tertib (Tatib, ketentuan-ketentuan dalam proses Musda tersebut).

Itu bukan hanya mengandalkan massa tetapi Perwakilan yang dibutuhkan. Musda Golkar ini untuk meraih 23 suara yang berhak untuk memiliki hak suara ini merupakan Perwakilan dari beberapa sayap partai, Ketua DPD Golkar Sumsel, Ketua DPD Golkar Tingkat II, Dewan Pembina, dan dari DPP.

Bagindo Togar berharap dari 23 suara yang diperebutkan bagi yang memiliki hak suara tentukan lah pimpinan yang benar benar bisa membuat partai lebih baik lagi dari sebelumnya.

Terkait Mahar politik yang terjadi di tubuh Golkar ini, Bagindo mengatakan kalau pun itu terjadi sangat sengit mungkin salah satu cara ada upaya transaksional dalam pengertian mahar. Akan tetapi sepertinya kita tidak bisa sampai suudzon sampai ke sana. ”Kalaupun itu terjadi ya ini antara internal partai. Gitu lho jelasnya sambil berguyon,” tandasnya.

Bisa saja terjadi transaksi program maupun jabatan di tubuh Golkar. Akan tetapi sah-sah saja terjadi di tubuh Golkar. Dalam praktik praktik politik itu sah-sah saja.

Bagindo Togar berharap dari Musda Golkar ini pilih lah pengurus yang dapat membawa perubahan dari lima tahun sebelumnya.

Antara kedua calon ini Togar menilai, bahwa yang paling mumpuni itu adalah Dodi, kenapa satu dari pengalamannya, kualitas kader, tingkat intelektualnya dia seorang S3 dan pengalaman politiknya di dunia Pemerintahan, Dodi pernah menjadi Anggota DPR RI, Komunikasi Politiknya tergolong baik dengan Kelompok-Kelompok politik yang lain.

Yang terakhir sedang menjabat sebagai Bupati Muba. Akan tetapi itu semua tidak menjadi suatu keharusan.

Sebab Andie di sini juga sudah melewati juga dan lolos menjadi calon Ketua dan dia sudah memenuhi standar sekarang kita tinggalkan itu bagaimana di dalam Musda ini sendiri yang hari ini harus putus siapa yang menjadi Pemimpin Partai Golkar Sumsel.

Laporan : Andrean
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here