Gempa di Lempeng Tektonik, Bagaimana Mitigasinya?

0
75

Oleh : Yayuk Sri Rahayu

Bencana alam, adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam sendiri dapat terjadi dan disebabkan oleh aktivitas dari alam itu sendiri atau akibat dari ulah manusia. Selama ini banyak orang tahu jika Bencana alam dapat mengakibatkan dampak yang merusak pada bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kerusakan infrastruktur dapat mengganggu aktivitas sosial, korban jiwa, kerusakan ekosistem, dan hilangnya tempat tinggal. Salah satu bencana alam yang yang dapat menyebabkan kerusakan cukup besar adalah Gempa.

Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung api atau runtuhan bangunan. Jenis bencana ini bersifat merusak, dapat terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Mengutip dari situs BPBD Kota Banda Aceh, gempa bumi juga dapat diartikan sebagai getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari bawah permukaan secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.
Baru
-baru ini Indonesia nyatanya juga terdampak bencana gempa bumi. Tepatnya pada hari Jumat 14 Januari 2022, pukul 16:05 WIB. Terjadi getaran besar berupa gempa berkekuatan 6.7 yang mengguncang wilayah Banten. Berdasarkan pantauan dari BMKG sendiri, pusat gempa diperkirakan berada pada 52 kilometer barat daya sumur Banten. Tepatnya terletak pada koordinat 7.01 Ls dan Ws 26 BT dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa yang terjadi secara tiba-tiba ini secara langsung berdampak besar ke masyarakat. Banyak dari masyarakat yang dilanda panik dan rasa takut. Dikutip dari merdeka.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten lebak provinsi Banten mencatat setidaknya sebanyak 247 rumah rusak akibat terdampak gempa tektonik bermagnitudo 6.6 yang terjadi pada hari Jumat.

Kencangnya getaran gempa bumi juga mengakibatkan lebih dari 247 rumah rusak berat yang 32 diantaranya rusak sedang dan 226 lainnya rusak ringan. Sayangnya kerugian terdampak bencana gempa bumi tak sampai di situ. Selain rumah penduduk, gempa tersebut juga menimbulkan sedikitnya kerusakan terhadap gedung-gedung sekolah serta perkantoran pemerintah dan beberapa sarana ibadah.

Mengenai korban jiwa, sampai saat ini belum ada satu pun data yang masuk untuk korban meninggal dunia kecuali menerima dua warga yang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Petugas pun sampai saat ini masih terus mendata untuk memperkecil kemungkinan adanya rumah warga yang rusak dan korban jiwa.

Sebenarnya jika menilik lagi ke masa lalu, sebenarnya jauh sejak tahun 2018 BMKG sudah memberikan informasi terkait mitigasi penanganan dan penanggulangan gempa di Jakarta. Sayangnya mitigasi yang diterapkan di Indonesia seakan terkesan tak siap dan tak memadai. Sehingga masih banyak menimbulkan kerugian serta menimbulkan rasa tidak tenang di kalangan masyarakat.

Belajar dari persiapan Kota Tokyo di Jepang dalam menghadapi gempa, ancaman gempa yang diantisipasi sangat jelas, yakni perulangan dari gempa Great Kanto Earthquake yang sudah sangat well studied dengan estimasi kekuatan M 7,9-8,2. “Dengan demikian, upaya mitigasi yang dilakukan pun sangat jelas, mulai dari penguatan standar bangunan, jalur evakuasi, jalur air untuk antisipasi kebakaran pascagempa, hingga waktu pemulihan infrastruktur dasar dihitung dengan pasti.“

Untuk fase pra-bencana (mitigasi dan kesiapsiagaan), peran pemerintah adalah membuat dan memastikan regulasi mengenai standar bangunan, tata ruang, dan edukasi berjalan baik.

Dari sana seharusnya pemerintah Indonesia dapat mengambil tindakan yang lebih tepat untuk memperjelas upaya mitigasi ketika menghadapi bencana. Setidaknya pemerintah harus menggerakkan pengalokasian dana yang dikhususkan untuk membangun penguatan-penguatan standar bangunan, jalur evakuasi dan sebagainya. Sayangnya dalam pemerintahan sekarang hal tersebut agaknya akan sulit untuk dicapai jika hasrat mementingkan diri sendiri masih lebih tumbuh subur ketimbang rasa kemanusiaan ketika terjadi bencana alam. Negara yang baik dalam hal memakmurkan masyarakat hanya akan menjadi wacana. Satu-satunya yang dapat diharapkan adalah berdirinya Khilafah Islamiyyah yang insya Allah memberikan keamanan pada masyarakatnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here