Minat Baca Masih Rendah, Bagaimana Banyuasin Cerdas?

0
276

Kliksumatera.com, BANYUASIN – Minat baca masyarakat Indonesia disebut masih rendah bila dibandingkan negara lain. Dari data Perpustakaan Nasional tahun 2018, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu.

Sementara jumlah buku yang dibaca rata-rata hanya lima hingga sembilan buku per tahun. Begitu juga di Banyuasin, dilihat dari jumlah kunjungan masyarakat Banyuasin ke perpustakaan.

Hal tersebut disampaikan Wabup Banyuasin H. Slamet S, dalam rapat monev triwulan III program Banyuasin Cerdas di ruang rapat Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banyuasin bersama Kepala Bappeda Litbang Erwin Ibrahim, Asisten III H Babul Ibrahim, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. H.M. Yusuf dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Adam Ibrahim.

“Minat baca ini di Banyuasin saat ini masih mencapai angka di bawah 1 % dari jumlah penduduk, oleh karena itu faktor rendahnya minat baca ini dapat mempengaruhi capaian program Banyuasin cerdas. Kita harus mencari langkah strategis guna meningkat minat baca masyarakat Banyuasin,” kata Wabup, Selasa (15/10).

H Slamet mengakui minat baca masyarakat Banyuasin kurang lantaran minim sosialisasi, kurang variasi buku yang dimiliki dan inovasi moderen pada perpustakaan. Di sisi lain, masyarakat lebih tertarik membuka internet.

Padahal peningkatan kapasitas sumber daya manusia erat kaitannya dengan kemampuan literasi. Oleh karena itu, menurut Slamet, perpustakaan berperan penting dalam mewujudkan Banyuasin cerdas.

“Tentu tidak bisa dipaksakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat kalau tidak memberi fasilitas perpustakaan yang moderen berbasis TIK (Teknologi informasi komunikasi) serta inovasi inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman terhadap perpustakaan,” cetus Kepala Bappeda dan Litbang Erwin Ibrahim.

“Sehingga paradigma perpustakaan yang selama ini membosankan, kuno dan usang menjadi nyaman, menarik dan kaya literasi, misalnya dengan menggandeng pengusaha cafe, internet service provider dan seniman seniman ikut meramaikan perpustakaan dengan even-even literasi yang sedang viral guna mencerdaskan masyarakat. Maka perpustakaan dapat mengambil peran yang tepat di hati masyarakat,” tambahnya.

Selain itu juga Erwin Ibrahim menyarankan agar perpustakaan dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan untuk memanfaatkan perpustakaan perpustakaan sekolah dan aplikasi perpustakaan online dengan memperkaya buku buku elektronik, sehingga kunjungan masyarakat tidak harus berkunjung secara fisik tetapi dapat berkunjung ke perpustakaan secara online yang tentunya memudahkan masyarakat untuk meningkatkan minat baca.

Di kesempatan ini juga Bupati Banyuasin H Askolani yang sedang mengikuti Lemhanas melalui aplikasi chat online menyampaikan instruksinya terkait program Banyuasin cerdas tersebut. Dan Bupati berharap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan OPD pendukung program Banyuasin cerdas ini untuk mencari langkah strategis.

“Hal tersebut agar terwujudnya perubahan dan perbaikan dari tahun sebelumnya, infrastrukturnya baik, gedungnya baik. Mobiler memadai serta guru-gurunya berkualitas dan juga terciptanya pemerataan pembangunan antara sekolah di daratan dan perairan Banyuasin. Kita juga menyiapkan beasiswa untuk SDM unggul,” imbuh Bupati disampaikan oleh Erwin Ibrahim melalui aplikasi chat online di forum ini.

‘’Selain itu kami minta, agar OPD terkait Banyuasin cerdas ini agar memperhatikan realisasi fisik dan keuangan karena waktu efektif kegiatan tahun 2019 ini tidak lebih dari 1,5 bulan lagi. Jadi jangan sampai terlambat apalagi tidak terealisasi. Terobosan monev ini akan terus kita lakukan pertriwulan sehingga pencapaian dari Program Banyuasin Bangkit dapat terencana dan betul-betul terukur. Pelaksanaannya, kami juga mengapresiasi bahwa satu tahun kepemimpinan Bapak Askolani-Slamet telah meraih capaian di program Banyuasin cerdas ini dan hasil dari paparan Dinas Pendidikan dan Perpustakaan hasil capaian triwulan III ini cukup baik dan mengapresiai Bappeda Litbang telah membuat terobosan monev langsung mendatangi OPD terkait bersama Kepala Daerah,’’ paparnya lagi.

‘’Ini untuk mengasistensi OPD terkait terhadap permasalahan yang timbul serta menyusun masterplan dan peta jalan strategis dengan lebih detail agar program ini betul-betul tepat sasaran,” tandas Babul Ibrahim Asisten III menutup monev ini.

Laporan : Wanto
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here