Mulanya Mau Memperkosa Tapi Biarawati Ini Kemudian Dibunuh

0
412

Kliksumatera.com, PALEMBANG – Terungkap sudah pembunuhan pendeta muda Melindawati Zidoni 24 tahun calon biarawati warga Jalan Urip Sumoharjo Nomor 42 Sekojo Palembang, yang ditemukan dalam kebun sawit dalam keadaan yang mengenaskan.

Keseharian korban tinggal di Divisi 4 PT.PSM Sungai Baung Air Sugihan Kabupaten OKI. Kejadian tragis itu bermula ketika korban mau pulang dari dari pasar habis belanja mengendarai sepeda motor Revo bersama Nita Pernawan 9 tahun yang merupakan anak tetangganya pada hari Senin sore tanggal 25 Maret 2019 sekitar pukul 17.30 WIB. Anak tersebut berusia 9 tahun mau menuju ke rumahnya di Camp PT.PSM divisi 4 Sungai Baung Air Sugihan. Pada saat di tengah jalan pulang korban dihadang dengan balok kayu di tengah jalan. Kemudian korban dan anak tersebut mulutnya dibekap pelaku. Pelaku menggunakan penutup wajah sehingga korban tidak mengenalinya. Pada saat itu anak yang bernama Nita Pernawan pingsan dikira pelaku sudah meninggal lalu anak tersebut dibuang pelaku ke dalam kebun sawit. Sedangkan korban yang bernama Melindawati Zidoni dibawa oleh kedua pelaku ke dalam kebun sawit untuk diperkosa.

Korban diikat kaki dan tangannya lalu dilepaskan celananya oleh kedua pelaku yang bernama Hendri 18 tahun seorang pekerja pemanen buah sawit warga Base Camp PT.PSM Divisi 4 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI dan Nang 20 tahun pekerjaan pemanen buah sawit warga yang sama.

Pada saat mau diperkosa korban sempat bicara sama pelaku bahwa korban sedang hait atau men lalu pelaku tidak jadi memperkosa korban karena korban dalam keadaan men. Pelaku cuma memegang dada korban, mencium dada korban dan memasukkan jari tangannya kedalam kemaluan korban. Pada saat kedua pelaku lagi asyik melakukan aksinya salah satu pelaku yang bernama Hendri penutup wajahnya terbuka, oleh karena itu pelaku menghabisi nyawa korban dengan menjerat leher korban dengan menggunakan karet ban dalam motor sampai mati. Demikian ungkap pres release Polda Sumsel Jumat 29 Maret 2019 di depan Mapolda Sumsel.

Pengakuan pelaku yang bernama Nang bahwa mereka berdua sangat menyukai korban Melindawati yang merupakan tetangga korban sendiri, sehari-hari korban dan kedua pelaku sering bertemu dan mereka menyatakan suka kepada korban lalu korban menghina mereka berdua dengan mengatakan bahwa mereka berdua jahat tidak pantas untuknya. Dari situlah mereka berdua tersinggung dan menyimpan dendam berniat untuk memperkosa korban. Dan rencana itu sudah direncanakan mereka selama seminggu, karena mereka melihat korban tiap sore pulang dari pasar. Pada saat yang sudah direncanakan mereka itulah mereka melakukan aksinya. “Karena kami dendam pada Melindawati kami berniat untuk memperkosanya,pada saat melakukan aksi Hendri penutup mukanya terbuka jadi ketahuan lalu kami cekik dia sampai mati menggunakan karet ban dalam motor karena kami takut dilaporkan kepolisi,” jelasnya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan atas kejadian pembunuhan seorang calon pendeta yang bernama Melindawati Zidoni itu.

‘’Calon pendeta ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Alhamdulillah peristiwa itu kurang lebih hari Senin tanggal 25 Maret jenazahnya ditemukan di tengah malam sudah masuk hari Selasa tanggal 26. Esok harinya tanggal 26 Maret kita mengelola TKP untuk mencari bukti-bukti ilmiah yang mungkin bisa kita angkat rekan-rekan monitor pada saat itu kulatpor berangkat. Inafis juga berangkat, team anjing pelacak berangkat di bawah pimpinan Kapolres Organ Komering Ilir pada saat itu juga berdasarkan informasi team mengamankan 4 orang. Di antaranya 2 orang yang kemudian menjadi tersangka,’’ papar Kapolda.

Laporan          : Yudi
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here