Pembangunan Jalan Rigit Beton Muratara Diduga Proyek Siluman

0
417

Kliksumatera.com, MURATARA-Pembangunan jalan Rigit Beton sebagai penghubung antara Desa Pulau Kidak dengan Desa Kemang, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diduga siluman. Pasalnya pembangunan jalan tersebut tidak ada papan proyek alias plang informasinya. Apalagi pembangunannya pun terkesan asal-asalan.

Kasman (45) warga Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara mengatakan bahwa pembangunan Jalan Rigit Beton di Desa Pulau Kidak ini tidak tahu siapa pihak rekanan/pemborongnya, karena sudah seminggu mereka bekerja tetapi tidak dipasang plang proyeknya. “Sudah sekitar seminggu lebih jalannya dicor tetapi nama papan proyeknya tidak ada sama sekali,” katanya, Minggu (7/7/2019).

Ia mengaku jika dirinya tidak tahu siapa yang pemborongnya, tahu-tahu mereka sudah bekerja. “Jangan-jangan pemerintah Desa Pulau Kidak ini juga tidak tahu siapa kontraktornya,” duganya.

Kasman menuturkan, bagaimana masyarakat mau tahu siapa pihak pemborong dan CV apa yang mengerjakan jalan ini sedangkan nama papan proyeknya hingga saat ini belum juga dipasang. “Kalau plang proyeknya dipasang minimal masyarakat tahu panjang jalannya berapa meter, lebar jalannya berapa meter, jumlah anggarannya berapa dan waktu pengerjaannya berapa hari. Sepengetahuan saya, apabila proyek sudah dikerjakan plang proyek wajib dipasang karena kami sebagai masyarakat butuh informasi dan kami juga berhak mengawasi jika pembangunannya tidak sesuai. Sekarang ini bagaimana kami tahu masalah anggaran dan sebagainya jika papan proyeknya tidak dipasang. Ada apa dengan pembangunan jalan ini,” paparnya.

Selain itu kata Kasman, yang namanya Jalan Rigit Beton harus menggunakan atau pakai behel (besi, red) sebagai lapisan semen supaya jalannya kuat apalagi jalan tersebut digunakan untuk mobil. Kemudian pondasi kiri kanannya harus digali walaupun hanya sedikit. “Saya lihat sendiri pada saat mereka bekerja, jalannya tidak ada pondasi kiri kanan dan hanya menempel saja di tanah. Kemudian pada saat pengecorannya tidak ada sedikit pun behel yang masuk dalam coran semen sebagai tulangnya (lapisan) apalagi kondisi bangunan tersebut lokasinya miring (tebing),” bebernya lagi.

Kasman khawatir jika bangunan jalan tersebut tidak akan bertahan lama dikarenakan tidak menggunakan behel. “Lagian pakai behel saja belum tentu kuat apalagi tidak menggunakan behel sama sekali, saya menduga bangunannya asal jadi aja,” cetusnya.

Ia berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Muratara agar dapat meninjau pembangunan jalan di Desa Pulau Kidak dan dapat mengkaji ulang jika di RAB jalannya tidak menggunakan behel sama sekali. Sebab dirinya khawatir kalau jalan tersebut dapat bertahan beberapa bulan saja. “Harapan kita kepada pemerintah supaya mengecek ke lapangan apakah memang benar di dalam RAB nya tidak pakai behel atau memang oknum kontraktornya yang bermain,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas, Roisin membenarkan jika pembangunan Jalan Rigit Beton di desanya belum ada nama plang proyek.

“Saya belum pernah melihatnya, saya juga tidak tahu siapa yang memborongnya, yang saya dengar nama pemborongnya Yamin atau Yayan. Cuma itu yang saya tahu,” akunya.

Sementara itu salah satu pengawas atau pekerja Jalan Rigit Beton di Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas mengatakan silakan temui Bos langsung. “Temui bos aja,” ujarnya singkat.

Berdasarkan pantauan lapangan, sebanyak dua titik pada pembangunan Jalan Rigit Beton di Desa Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas memang benar tidak terdapat nama papan/plang proyek dan tidak ada penggalian pondasi kiri kanan jalan.

Laporan : Junaidi/M. Riduan
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here