Ust Zulkarnain Bayan Terpilih Sebagai Ketua MUI Kabupaten Muratara Periode 2020-2025

0
404

Kliksumatera.com, MURATARA- Ustadz Zulkarnain Bayan terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) periode 2020-2025.

Terpilihnya Ust Zulkarnain Bayan ini melalui proses yang sangat alot pada acara Musyawarah Daerah (Musda) pertama yang digelar MUI Kabupaten Muratara yang berlangsung di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Mathiriyah Muratara, Senin (3/2/2020).

Hadir dalam acara tersebut yakni Ketua MUI Provinsi Sumsel Prof. DR. Aflatun Muchtar, Kakan Kamenag Muratara Ikhsan Baijuri, Pimpinan Ponpes Tazakka Ust. Zulkarnain Bayan, Ketua MUI Muratara periode 2016-2020 Ust Romdhani, Kasat Pol PP Firdaus, dan pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Muratara.

Sekda Muratara Alwi Roham mengatakan atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) menyadari bahwa tanpa kerja sama, tanpa ada sinergisitas antara Pemerintah dengan ulama khususnya MUI Kabupaten Muratara tidak ada apa apanya dan bahkan tidak dapat melaksanakan akitivitas dengan sebaik-baiknya.

“MUI merupakan wadah dari para ulama atau kumpulan dari para ulama, tadi sedikit telah disampaikan oleh Pak Ketua MUI Provinsi Sumsel bahwa MUI Provinsi Sumsel banyak sekali komisi-komisi yang tentunya apabila komisi-komisi ini benar benar berfungsi bisa bersinergisitas dengan Pemkab Muratara yang tentunya segala sesuatunya dapat kita laksanakan dengan sebaik baiknya. Kami yakin dan percaya melalui kerjasama MUI, Insya Allah apa yang menjadi program dan kegiatan dari Pemkab Muratara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” jelas Sekda.

Ia menuturkan salah satu kegiatan yang sudah dilaksanakan adalah memberangkatkan jemaah umroh tahun 2019 sebanyak 110 orang. “Kemarin Pak Bupati menekankan itu terus dianggarkan, kita kalau bisa setiap tahun pengiriman dari pada jemaah umroh. Kita juga sudah bekerjasama dengan LPTQ dalam rangka pengiriman 360 para santri ke Pulau Jawa dan Sumatera, Pemkab Muratara juga sangat sadar bahwa inilah aset-aset yang sangat brilian, aset aset yang jangka panjang yang tidak rusak dan lapuk karena hujan. Dan tidak akan rusak di sepanjang zaman ketimbang kita memikirkan aset aset fisik saja,” terangnya.

Oleh karena itu lanjut Sekda, Pemerintah sadar juga bahwa kita harus menyaiapkan SDM yang handal dan kuat serta kokoh yang disinergikan dengan SDA yang ada di Kabupaten Muratara. Impian kami kepada anak anak Muratara kedepan, jika Muratara ini dikelola dengan baik mungkin jadi Brunai Darussalam kedua.

Sementara itu Ketua Formatur pemilihan Ketua MUI Kabupaten Muratara, Joni Ardi mengatakan sebelumbmelakukan pemilihan Ketua MUI pihaknya membentuk tim formatur terlebih dahulu, tim formatur itu terdiri dari 11 orang terdiri dari Ketua domisioner yang sudah habis jabatan, Sekretaris domisioner, kemudian empat orang dari perwakilan Kecamatan yang sudah melalui musyawarah. Setelah itu dua orang dari perwakilan Ponpes,  kemudian dari tokoh NU dan Muhammadiyah.

“Jadi tim formatur itu berjumlah 11 orang ditambah satu orang dewan penasehat MUI Muratara dan satu orang pendamping dari MUI Provinsi Sumsel,” katanya.

Mengenai proses pemilihannya lanjut Joni, pertama melalui proses aklamasi tetapi tidak sepakat dan akhirnya proses melalui voting. “Hasil dari voting tadi akhirnya Ust Zulkarnain Bayan terpilih sebagai Ketua MUI Kabupaten Muratara dari dua calon kandidat yang diusulkan,” jelasnya.

Di tempat yang sama Ketua MUI Kabupaten Muratara terpilih Ust. Zul Karnain Bayan mengatakan Ketua MUI ini adalah amanah. Ke depan dirinya akan memfungsikan MUI ini supaya lebih efektip lagi, lebih optimal dengan tujuan memberdayakan ulama karena ini Majelis Ulama Indonesia.

“Jadi ada kalimat ulamanya di situ, sehingga ini berdampak kepada Muratara yang lebih baik secara religi. Kemudian kegiatan-kegiatan itu kita akan musyawarahkan ke depannya sehingga kegiatannya bisa betul-betul menyentuh masyarakat bawah sehingga keberadan MUI ini betul-betul punya dampak positif dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengaku jika pemilihan ini dilakukan secara bersama dan tidak ada voting serta tidak ada dukung mendukung dan pemilihan pemilihan dan sebagainya. “Pemiilihan ini dengan cara aklamasi, jadi saya langsung dipilih dan dapat kepercayaan dari teman-teman sekalian. Ya amanah ini Insya Allah akan saya jalankan seefektip mungkin setelah ini kita membentuk kepengurusan kemudian program-program. Dan program-program pada masa kepemimpinan Ust. Romdhani yang bisa kita teruskan ya kita teruskan, kalau memang ada kegiatannya yang tidak memungkinkan akan kita cari terobosan terobosan yang lain,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai banyaknya anggota MUI yang lam tidak dilibatkan dalan menetapkan kebijakan terutama seleksi keberangkatan jemaah umroh? Ust Bayan mengatakan terkait hal itu ke depan kan ada tim seleksi. Jadi tim seleksinya akan diberdayakan jangan sampai ditentukan si A dan si B. ”Nah kalau tim seleksinya berjalan dengan baik, saya yakin akan terkaper meskipun kita tidak bisa memberikan kepuasan kepada seluruhnya karena anggarannya mungkin terbatas, sedangkan yang mau umroh banyak. Jadi kriteria kriteria itu tim seleksi yang akan menentukannya nanti,” tandasnya.

Laporan : Junaidi
Editor/Posting : Imam Ghazali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here